Senin, 25 Februari 2013

Landscape Ujung Negri



         Tidak semua yang seperti kita bayangkan bahwa pemandangan di perbatasan RI - Malaysia tidak menarik. Seperti foto-foto yang saya ingin perlihatkan dibawah ini :
 
                                 
Danau Sentarum, Kalimantan Barat
       Danau sentarum terletak di Kalimantan Barat, danau ini sangat kaya akan keragaman jenis – jenis ikannya, konon keragaman jenis ikan tawar di Danau ini terbanyak Se-Asia. Selain sebagai tempat hidupnya ikan yang sangat variasi, Danau sentarum juga di tempati oleh berbagai satwa endemik seperi Bekantan (Nasalis larvatus), Orang Utan (Pongo pygmaeus) dan Elang Bondol (Haliastur Indus).

                                            
    
Bekantan (Nasalis Larvatus) 
 
Elang Bondol (Haliastur Indus) 
 
      Danau Sentarum juga menyuguhkan pemandangan Sunset yang sangat indah dan menarik kalau kita nikmati langsung dengan kedua mata atau kita  abadikan dengan kamera.
     
                          
Sunset Danau Sentarum, Kalimantan Barat
 
 
Bukit Pana
                                     
Bukit Pana merupakan salah satu bukit di kecamatan Batanglupar yang berada diantara koridor Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Lokasi bukit ini terletak antara 1° 9.911'N dan 112° 17.201'E dengan ketinggian + 300mdpl. Terdapat dua jenis hutan di Bukit Pana yang merupakan habitat bagi Orangutan ini, yaitu hutan hujan tropis dataran rendah yang banyak ditumbuhi tumbuhan dipterocarpaceae dan Hutan kerangas dengan tajuk rendah berlapis satu dan seragam yang terbentuk dari puncak anak pohon dan batang kecil.
 
Bukit Pana
  Hamparan perbukitan menuju Bukit Pana


 Aliran Sungai Di Bukit Pana
Dusun Paat
Dusun Paat  merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat yang berada di kecamatan Embaloh Hulu. Arah selatan dusun terdapat hutan rawa gambut yang menjadi habitat Orangutan dan satwa liar lainnya. Rawa tersebut ditumbuhin oleh pohon-pohon yang menjulang tinggi dan tersusun oleh tumbuhan rawa seperti Jelutung rawa (Dyera lowii), Terentang (Campnosperma spp) dan Meranti rawa (Shorea pauciflora). Lokasi ini berada pada ketinggian + 250mdpl dengan koordinat 1° 3.653'N dan 112° 27.965'E. 
 
Sungai Dusun Paat
 
 
Sumber : Pribadi
Dokumentasi : Pribadi*
*Bekantan sumbangan foto dari bang fikri.
 
 
 
 





Selasa, 13 Desember 2011

Perdagangan kukang





Tegakah kalian melihat kukang(Nycticebus javanicus)  atau yang biasa di sebut muka-muka, kuskus, oces ini didiamkan di kandang seperti ini, asal temen-temen tau aja, di Indonesia kukang sudah dilindungi sejak tahun 1973 dengan Keputusan Menteri Pertanian tanggal 14 Pebruari 1973 No. 66/ Kpts /Um/2/1973. Perlindungan ini dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah(PP) Nomor 7 tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang memasukan kukang dalam lampiran jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.
Menurut Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 ayat 2, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi termasuk kukang adalah dilarang. Pelanggar dari ketentuan ini dapat dikenakan hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.
Dengan adanya peraturan tersebut, maka semua jenis kukang yang ada di Indonesia telah dilindungi. Sementara itu badan konservasi dunia IUCN, memasukan kukang dalam kategori Vulnerable (rentan), yang artinya memiliki peluang untuk punah 10% dalam waktu 100 tahun. Sedangkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) memasukan kukang ke dalam apendix I. Status CITES: Sebelumnya kukang masuk dalam appendix II CITES yang berarti perdagangan internasionalnya diperbolehkan, termasuk penangkapan kukang dari alam.
Dengan masuknya kukang dalam appendix I CITES di tahun 2007, maka perdagangan internasional kukang semakin diperketat. Perdagangan kukang tidak boleh lagi hasil penangkapan dari alam, tapi harus hasil penangkaran. “Masuknya kukang dalam appendix I CITES ini akan memberi perlindungan yang lebih maksimal bagi kukang, sehingga kukang di alam akan lebih terjamin kelestariannya”.

"Mari Kita Lindungi Mereka
Dengan Membiarkannya Hidup Di Alam"



(Sumber tulisan sendiri dan wikipedia)
(Sumber Foto Pribadi)

Senin, 12 Desember 2011

Macaca fascicularis


"Si Ibu"
Monyet ekor Panjang yang sangat khas dari Pantai Bama Taman Nasional Baluran Jawa Timur Indonesia.